Teman saya, Adul, dilahirkan tanpa lengan
akan tetapi, Adul tidak pernah menanyakan.
MENGAPA saya tidak mempunyai lengan.
pertanyaan yang ia ajukan adalah :
APA yang dapat saya lakukan dengan kaki saya?
karena pernah menyaksikan Adul makan dengan sumpit, saya berani mengatakan hampir apapun juga!"
Ketika tragedi menimpa, atau ketika kita kehilangan segalanya, atau ketika seorang kekasih meninggalkan kita, pertanyaan yang biasanya kita ajukan adalah...
MENGAPA???
MENGAPA harus saya?
MENGAPA harus sekarang?
MENGAPA ia meninggalkan saya demi seorang pecundang?
menanyakan MENGAPA? bisa menjadikan kita gila.
seringkali, tidak ada jawaban bagi MENGAPA?
atau tidak menjadi soal mengapa!
Orang yang efektif menanyakan "APA"?
APA yang akan saya lakukan dengan hal itu?
APA yang saya pelajari dari hal ini?
ketika situasinya benar-benar tanpa harapan, mereka menanyakan,
APA yang bisa saya lakukan, dalam 24 jam berikutnya saja, untuk menjadikan segalanya lebih baik?
Minggu, 11 Mei 2008
Mengapa Nasib Saya Begini?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar