Kamis, 15 Mei 2008

Hiduplah Pada Hari Ini (Bagian 1)

Kepentingan Utama Kita Bukanlah untuk melihat apa yang terletak Samar-samar di kejauhan, TETAPI untuk mengerjakan apa yang jelas berada di tangan.

Salah satu rahasia dari keberhasilan dan kebahagiaan, dan untuk menghilangkan rasa cemas adalah dengan Falsafah “HIDUP HARI INI”

Hiduplah pada hari ini, Tutuplah masa lalu, biarkan masa lalu menguburkan dirinya.
Beban hari esok, ditambah beban hari kemarin dan harus kamu pikul hari ini, akan menimbun keragu-raguan yang semakin tajam, tutuplah pintu hari esok.

Hari esok adalah hari ini …. Tak ada hari esok
Hari keselamatan manusia adalah hari ini.
Pemborosan energi, tekanan mental, kecemasan akan selalu membuntuti orang yang terlalu rindu akan masa depan, tutup dan kuncilah, serta biasakan untuk hidup hari ini.

Tapi bukan berarti kita tidak boleh berusaha untuk mempersiapkan masa depan, bukan, bukan demikian, tapi maksudnya adalah kemungkinan terbaik untuk menyiapkan masa depan adalah DENGAN MENEKUNI dengan seluruh kepandaian kita yang ada, dengan seluruh semangat yang kita punya, untuk mengerjakan dengan berhasil seluruh tanggung-jawab hari ini, hanya dengan cara itulah masa depan dapat dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Kita memang harus berfikir tentang masa depan, mempersiapkannya, dengan menabung, belajar, bekerja dan sebagainya untuk menghadapi masa depan. Benar! Tetapi CEMAS, JANGAN!

Beberapa tahun yang lalu, seorang ahli filsafat yang sangat miskin, berkelana ke daerah dimana orang-orang sangat sulit mencari nafkah. Pada suatu hari, berkerumunlah orang-orang daerah itu dihadapannya di kaki sebuah bukit, dan ia memberikan ceramah yang mungkin adalah yang paling berharga yang pernah diucapkan orang sepanjang waktu, kata-kata yang diucapkannya mendengung terus sampai ber abad-abad lamanya.
"Jangan Cemas akan hari esok, karena hari esok akan memikirkan dirinya sendiri"

2 komentar:

Indah mengatakan...

Thx ya mampir di blogku...btw gk ada Sb ya bingung nih mo tulis pesen he..heee

Ayu Ambarsari Hanafiah mengatakan...

sapa garang si guru itu kak ai?
hhe..

ngurusi pesantren kah pian ni???
apa kesah?
apa habar?

hhe... banjar rocks!